Selasa, 24 Januari 2012

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

Faktor yang paling mempengaruhi terhadap perkembangan individu, pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor dominan yang perlu di bicarakan yaitu; (1) faktor hereditas yang bersifat alamiah (nature) dan merupakan sesuatu yang diwariskan(endowment) dari orang tua serta (2) faktor lingkungan (environment atau nuture) sebagai kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses-proses perkembangan.
A.      Hereditas
Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau memindahkan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak tatau karakteristik biologis individu yang di bawa sejak lahir yang tidak diturunkan oleh kedua pihak orang tua. Faktor hereditas itu meliputi:

1.             Keturunan
Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan, meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antar orang tua dan anaknya, kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Contoh, bapak malas dan anaknya juga mala, ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan, apakah diperoleh dari keturunan atau bukan, hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaa-keadaan lingkungan selama perkembangannya.
Banyak para ahli yang berusaha menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan, tetapi sampai penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor sebagai berikut:
·         Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu seperti persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya.
·         Masa perkembangan manusia begitu lama, sehingga mengakibat sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya, sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu.
·         Adanya jumlah anak manusia yang relatif.

2.             Pembawaan
Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Semua yang di bawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima kerena kelaihirnnya adalah pembawan. Tetapi pembawaan tidaklah diperolaeh karena keturunan sebaliknya, semua yang diperoleh karena keturunan adalah dapat dikatakann pembawaan. Macam pembawaan:
·         Pembawaan jenis
·         Pembawaan ras
·         Pembawaan jenis kelamin
·         Pembawaan perseorangan

B.       Lingkungan
Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupak pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dsb. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan, pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, sedangkan pendidikan bersifat aktif. Secara garis besar, lingkungan dapat dibedakan seperti:
1.      Lingkungan fisik, yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaaan tanah, keadaan musim, dsb.
2.      Lingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat, dimana dalam lingkungn masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan yang lain. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan jadi dua yaitu, lingkungan sosial primer dan lingkungan sosial sekunder.

Faktor lingkungan meliputi:
·         Keluarga, tempat anak diasuh dan dibersarkan. keadaan ekonomi keluarga berpengarh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik atau jasmani anak. Tingkat pendidikan orang tua juga berpengaruh besar terhadap perkembangan rohani anak teutama kepribadian dan kemajuan pendidikan.
·         Sekolah, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama kecerdasannya. Dan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak.
·         Masyarakat, meliputi  lingkungan tempat tinggal anak.Disini anak bergaul dan bermain dengan teman-temannya. Misalnya, kondisi lingkungan dengan orang-orang yang begitu kasar perilakunya, secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.
·         Teman  Sabaya, mempunyai peran yang cukup penting juga, terutama pada anak yang sedang menginjak remaja. Kondisi anak masih cukup labil, jadi anak akan terpengaruh oleh hal-hal yang negatif, maka juga akan mempengaruhi perkembangan anak. Perkembangan kepribadian remaja yang sangat menonjol dalam pengalaman bergaul dengan teman sebaya yaitu kemapuan berpikir, merasakan sesuatu, tingkah laku anak dalam masyarakat, kegemaran dan kebiasaan.
·         Keadaan alam sekitar, hal ini juga berpengaruh penting sekali bagi perkembangan anak serta memilki banyak perbedaan, misalnya orang di daerah panti dengan daerah hutan, daerah kota dengan desa, dll. Maka dari itu lingkungan sangat besar artinya bagi setiap pertumbuhan fisik.

Hubungan individu dengan lingkungannya teryata tidak berat sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Hubungan antara individu dengan lingkungan, terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, dan individu dapat mempengaruhi lingkungan. Sikap individu terhadap lingkungan ada yang menolak, ada yang menerima dan ada juga yang bersikap netral.



C.    Hubungan Hereditas dan Lingkungan
Antara hereditas dengan lingkungan terjadi hubungan atau interaksi. Setiap faktor hereditas bekerja dengan cara yang berbeda-beda menurut kondisi dan keadaan lingkungan yang berbeda-beda. selain dengan interaksi, hubungan antara hereditas dengan lingkungan dapat pula digambarkan sebagai additive contribution. Menurut pandangan ini, hereditas dan lingkunga sama-sama menyumbang bagi pertumbuhan dan perkembangan fisiologi dan bahkan juga tingkah laku individu secara bersam-sama. pertumbuhan dan perkembangan memerlukan kondisi kesehatan jasmani dan rohani anak.

Demikian penjelasan singkat tentang faktor hereditas dengan faktor lingkungan pada perkembangan anak, keduanya mempunyai perbedaan. Pada faktor hereditas lebih mengacu pada warisan atau turunan dari orang tua, sedangkan faktor lingkungan mengacu pada dimana orang tersebut tinggal dan pihak-pihak yang terdapat dalam tempat tinggal, baik keluarga, teman, guru dan sebagainya. Setiap gejala perkembangan anak merupakan produk dari kerja sama dan pengaruh timbal balik antara faktor hereditas dengan foktor-faktor lingkungan.  Jadi, antara faktor hereditas dengan faktor lingkungan itu tidak ada yang menang atau kalah, karena memang pada dasarnya keduanya sama-sama mempunyai pengaruh dalam perkembangan anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar